Inilah Fitur baru yang terdapat pada Ubuntu 18.04

Ubuntu merupakan sebuah distro berdasarkan dari sistem operasi Linux. Ubuntu kini banyak digunakan pada komputer desktop dan juga sebagai web server. Seiring dengan berjalannya waktu Ubuntu kini telah mengeluarkan rilis terbarunya dengan kode nama Bionic Beaver. Sebagai pecinta Ubuntu kita dapat melihat apa yang terbaru dari rilis versi 18.04 ini. Fitur apa saja yang di bawa oleh Ubuntu terbaru ini, yuk simak ulasan berikut ini.

Fitur baru dari Ubuntu 18.04 LTS adalah dari segi wallpaper. Walaupun bukan update yang penting tetapi wallpaper masih banyak diperhatikan oleh pecinta Ubuntu. Ini karena dengan wallpaper terbaru akan memberikan suasana yang lebih fresh dari versi-versi sebelumnya.

1. GNOME 3.28

Mungkin kamu semua tahu bahwa Unity yang dulunya merupakan lingkungan desktop default dari Ubuntu sudah tidak atau telah lama di hentikan pengembangannya oleh pihak developer sendiri. GNOME sendiri telah digunakan pada rilis Ubuntu 17.10 dan hingga saat ini juga akan menggunakan update-an terbaru dari pihak GNOME.

2. Peningkatan Kecepatan boot

Canonical telah menjanjikan kecepatan boot yang lebih baik di Ubuntu 18.04. Menggunakan Systemd masalah penghambatan boot dapat diidentifikasi dan diperbaiki untuk nge-boot Bionic Beaver agar lebih cepat lagi.

3. Pilihan instalasi minimal yang baru

Kamu akan melihat pilihan instalasi ‘minimal instalation’ pada saat melakukan fresh install dari Ubuntu 18.04. Pemasangan minimal ini akan memasang aplikasi yang lebih ramping dan lebih sedikit dibandingkan dengan versi desktop. Setelah minimal instalation kamu pilih, kamu akan mendapatkan web browser dan beberapa tool yang berguna saja.

Bagi kamu yang ingin terhindar dari bloatware maka pilihlah minimal instalation karena nanti kamu dapat memasang aplikasi tambahan sesuai dengan selera dibandingkan dengan versi desktop. Kamu dapat melihatnya sesuai tampilan layar berikut ini.

Minimal Instalation

4. Aplikasi default yang baru

Tahun lalu Ubuntu mengadakan survei dan meminta penggunanya untuk memasukkan aplikasi yang mereka inginkan sebagai aplikasi default di Ubuntu 18.04. Hasil survei tersebut ditampilkan beberapa minggu kemudian dengan lebih dari 15.000 suara. Berikut aplikasi default terbaru dari Ubuntu 18.04.

Browser : Mozilla Firefox
Video Player : VLC
IDE : Visual Studio Code
Video Editor : Kdenlive
Screen Recorder : Open Broadcaster Software (OBS)
Email Client : Thunderbird
Text Editor : gedit
Office Suite : LibreOffice
Music Player : VLC
Photo Viewer : Shotwell
Terminal : GNOME Terminal
PDF Reader : Evince
Photo Editor : Gimp
IRC/IM : Pidgin
Calendar : GNOME Calendar

Dari aplikasi yang dikeluarkan hal ini membuat pengguna memberikan tanggapan yang sangat positif kepada pihak Canonical dengan juga beberapa saran baru. Tapi pihak pengembang sendiri tidak akan memilih aplikasi yang paling populer terlebih kepada VLC player yang digunakan sebagai aplikasi musik bawaan dimana saya tidak akan merasa itu salah, namun ada aplikasi musik player yang lebih didedikasikan hanya untuk memutar mp3 dan jenis audio lainnya saja.

5. Penggunaan PPA yang lebih mudah

Sejauh yang saya ingat, memasang aplikasi melalui PPA akan didahului dengan tiga baris perintah di terminal. Pertama, terlebih dahulu kita menambahkan repositori baru . Kedua, mengupdate system sehingga ia akan tahu adanya repo terbaru melalui aksi fetching yang kita perintahkan. Ketiga, barulah kita memasang aplikasi yang dimaksudkan.

Disini Ubuntu 18.04 lebih menyederhanakan 3 langkah diatas. Sekarang dengan kita menambahkan repositori baru ia akan secara otomatis melakukan update sendiri. Tidak perlu melakukan update lagi secara manual karena sistem sudah melakukannya sendiri untuk anda dan jelas ini akan menghemat waktu anda. Kecuali jika anda tidak terbuhung ke internet maka anda perlu melakukannya sendiri.

6. Kernel 4.15 terbaru

Sebelumnya Ubuntu 18.04 akan dibanderol dengan linux kernel 4.14, tetapi kemudian tim memutuskan bahwa sistem operasi ini akan di pasangi dengan kernel versi yang lebih baru yaitu 4.15.

7. Xorg kembali sebagai server display

Sebelumnya Ubuntu 17.10 menggunakan server display terbaru dari Wayland, namun ini menjadi masalah serius ketika beberapa aplikasi penting tidak dapat bekerja dengan baik. Untuk itu pengguna secara pribadi memutuskan untuk kembali ke display Xorg tanpa bantuan dari pihak Canonical.

Dari masalah tersebut pihak Canonical telah mendapat masukan dan belajar dari data terdahulu bahwa penggunanya secara manual kembali ke Xorg sistem dan sekarang pengembang telah memperbaikinya sehingga kita sebagai pengguna telah disuguhkan dengan kembali hadirnya display Xorg di Ubuntu 18.04. Namun begitu pengguna juga dapat kembali display server yang mereka sukai seperti Wayland sebelumnya.

8. Perbaikan kecil pada Nautilus File Manager

Ubuntu 18.04 juga telah memperbaiki tatap muka dari file manager bawaan mereka yang membuatnya lebih mudah digunakan serta responsive. Di panel sebelah kiri kini diisi dengan warna hitam dan ikonnya diletakkan di sebelah paling kiri panel.

Nautilus File Manager

9. Ubuntu akan mengumpulkan data

Dulunya ubuntu telah dikritik karena memasukkan aplikasi Amazon dan pencarian online secara built-in. Ini menjadikan pengguna secara manual menghapus aplikasi tersebut. Tetapi lain halnya sekarang, Ubuntu akan mengumpulkan data lagi kecuali pengguna memilih untuk tidak memperbolehkannya. Inilah data yang akan dikumpulkan oleh pihak Canonical sendiri :

– Versi dari sistem Ubuntu yang digunakan
– Apakah kamu memiliki koneksi internet saat melakukan fresh install
– Bagian perangkat keras seperti CPU, RAM, GPU dan lainnya
– Pembuat perangkat
– Negara
– Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses instalasi
– Pilahan auto login, pemasangan codec pihak ketiga, pengunduhan update selama proses instalasi
– Layout Disk
– Ubuntu Popcon akan mengumpulkan data dari aplikasi dan paket terpopuler
– Dan laporan Crash sistem

Data diatas akan dapat dilihat oleh publik untuk alasan analitis dan pengembangan sistem kedepannya.

10. Installer terbaru untuk distribusi server

Sampai sekarang Ubuntu masih menggunakan teks installer dari Debian sebagai penginstall yang menggunakan Ubuntu sebagai server. Tetapi untuk versi 18.04 akan menggunakan subiquity installer. Berikut penampakan installernya.

Ubuntu server instalation

11. Dukungan langsung untuk emoji

Ubuntu 18.04 akan menyediakan dukungan dari pihak mereka terhadap masalah emoji ini. Sampai sekarang hanya monochrome emoji yang didukung dari luar Ubuntu. Pengguna dapat melakukan beberapa perbaikan dan mendapatkan emoji yang terbaru atau menggunakan update emoji langsung dari Ubuntu sendiri dan bahkan lebih baik dari pihak ketiga. Ubuntu akan menggunakan open source emoji yang sama yang digunakan juga oleh Android.

12. Tawaran dari tema dan ikon baru yang dikembangkan komunitas tidak akan menjadi bawaan dari Ubuntu 18.04

Tidak ada perkembangan yang berarti selama bertahun-tahun dari tema Ambiance di Ubuntu. Tema ini hampir sama saja pada kebanyakan rilis Ubuntu. Inilah kenapa Canonical tidak akan membuatnya menjadi bawaan dan akan menawarkan tema baru dengan mengajak komunitas untuk mengembangkannya.

Pada awalnya, tema dan ikon baru GTK disiapkan untuk tema default di Ubuntu 18.04. Tapi dengan tidak adanya pengujian maka Canonical akhirnya membubarkan ide ini. Tema dari komunitas kini menjadi salah satu pilihan di Ubuntu 18.04 dan akan menjadi tema default pada Ubuntu 18.10.

13. Patching yang lebih mudah

Kernel live patching adalah fitur yang sangat penting bagi Linux server. Idenya adalah memasang update kritis pada kernel tanpa perlu me-restart system sehingga tidak mengganggu kepada downtime pada server. Pengguna juga bisa mendapatkan perintah baris yang sama pada lingkungan Ubuntu desktop. Dan yang penting adalah Ubuntu 18.04 telah membuat prosesnya menjadi lebih mudah. Kamu dapat menghidupkan live patching di menu Software & Updates.

Live patching

Sebagai catatan bahwa kamu harus memiliki akun pada Ubuntu One untuk dapat menggunakan fitur ini. Kamu juga tidak dapat menggunakan live patching pada lebih dari tiga perangkat dalam satu akun Ubuntu One.

Jadi itulah update dan fitur terbaru yang terdapat pada Ubuntu 18.04. Pada saat ini hanya terdapat versi beta dari Ubuntu tersebut. Jika ingin mencoba silahkan langsung ke website resminya ubuntu.

Sumber : https://itsfoss.com/ubuntu-18-04-release-features/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *